Contoh Konflik Antar Suku, Konflik Antar Ras, Konflik Antar Agama, dan Contoh Konflik Antar Golongan di Indonesia

Konflik merupakan suatu peristiwa antara kedua belah pihak atau lebih yang saling bertikai dan ingin menguasai atau menghancurkan pihak lainnya. Konflik terjadi karena banyak penyebabnya. Mulai dari penyebab yang ringan sampai dengan penyebab yang berat-berat.

Ada banyak jenis konflik di dunia ini, misalnya:

1. konflik antar suku

2. konflik antar ras

3. konflik antar agama

4. konflik antar golongan

Contoh Konflik Antar Suku Konflik Antar Ras Konflik Antar Agama dan Contoh Konflik Antar Golongan di Indonesia

Masing-masing akan kami jelaskan dan beri contoh satu persatu. Mari kita mulai.

1. Contoh konflik antarsuku

  • Konflik antara suku Dayak dengan suku pendatang di¬†Sampit Kalimantan
  • Konflik antara suku Papua dengan suku pendatang di Papua

2. Contoh konflik antar ras di Indonesia

  • Konflik antara ras Papua yang kulit hitam dengan ras Jawa. Konflik antar ras ini sangat tidak dibenarkan, karena sejatinya semua manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, diciptakan dengan derajat yang sama.
  • Konflik antara ras kulit hitam dengan ras kulit putih di Afrika jaman dahulu sebelum Nelson Mandela memerdekakan ras kulit hitam dengan memprakarsai gerakan anti rasisme
  • Konflik antara pendukung Arsenal yang rasis terhadap pemain kulit hitam MU yaitu Paul Pogba

3. Contoh konflik antar agama

  • Konflik antara umat Islam dengan umat Kristen di Ambon
  • Konflik antara umat Islam dengan umat Budha di Myanmar

4. Contoh konflik antar golongan

  • Konflik antara kubu pendukung Jokowi dengan kubu pendukung Prabowo ketika Pemilhan Presiden
  • Konflik antara kubu pendukung Ahok dengan kubu pendukung Anies ketika Pilkada DKI Jakarta

Sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia untuk menghindari semua konflik baik konflik internal maupun eksternal untuk mencapai kerukunan dan kedamaian kehidupan sehari-hari.

Konflik-konflik tersebut sangatlah berbahaya apabila terus dibiarkan, karena akan menular kepada hal-hal lainnya termasuk vandalismdanchaos ataukerusuhan. Kita tidak harus menunggu aparat untuk menenangkan konflik-konflik tersebut, bisa dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Apabila terdapat konflik apabila kita tidak dapat menenangkan kondisi, lebih baik tidak usah ikut-ikutan daripada masalah tambah runyam.

Konflik yang terlalu parah dan meluas bisa menyebabkan perpecahan dalam bangsa kita sendiri. Oleh sebab itu kami tekankan sekali lagi supaya kita semua menghindari adanya konflik sekecil apapun itu.

Itulah beberaa jenis konflik yang terjadi baik di Indonesia maupun luar negeri. Semoga bisa menambah wawasan Anda.